Senin, 11 Mei 2009

Tomografi Akustik

Apa maksudnya? Frasa di atas merupakan gabungan antara dua bidang yang dipelajari di Teknik Fisika, yaknik tomografi, yang berkaitan dengan pencitraan dengan memanfaatkan irisan (slice) dari suatu benda, serta akustik, yang berkenaan dengan fenomena gelombang suara. Istilah tomografi sudah sangat terkenal dalam dunia medis dan aplikasi seismik. Metode pemrosesannya berdasarkan pada definisi beberapa irisan dari objek di mana inverse problem dipecahkan. Integrasi dari solusi yang diperoleh di masing-masing irisan menyediakan citra yang diperlukan untuk aplikasi khusus.

Tomografi akustik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai proses pencitraan tidak langsug (nondirect imaging) dengan memanfaatkan gelombang akustik sebagai iluminatornya. Dalam tulisan kali ini akan dibahas mengenai tomografi akustik lautan, salah satu teknik yang digunakan untuk melakukan pencitraan interior dari dasar laut. Teknik ini diperkenalkan oleh Munk dan Wunsch pada tahun 1979.

Mengapa digunakan gelombang akustik?
Untuk mendapatkan gambar dari laut seperti bentuk dari lantai laut, kita harus melakukan iluminasi atau iradiasi dengan radiasi yang tepat. Untuk mendapatlan radiasi tersebut kembali, absorpsi oleh lingkungan haruslah kecil. Dalam membandingkan absorpsi dari berbagai tipe radiasi oleh air laut sering digunakan istilah kedalaman penetrasi (penetration depth). Pada kedalaman referensi ini 9/10 dari energi iradiasi awal diserap dan hanya 1/10 yang tersisa untuk penetrasi yang lebih dalam. Pada dua kali kedalaman ini, 9/10 dari energi yang tersisa ini diserap dan begitu selanjutnya. Kedalaman penetrasi yang dalam berarti irradiasinya semakin baik.
Gambar 1. Kedalam penetrasi dari berbagai gelombang di dalam air lautte

Dari grafik di atas dapat kita lihat bahwa gelombang akustik dengan frekuensi 100 Hz merupakan iluminator yang memiliki kedalaman penetrasi paling baik dibandingkan dengan yang lainnya.

Dalam tomografi akustik lautan informasi terpenting yang diperlukan adalah struktur temperatur darilautan, terkadang berhubungan dengan struktur arus di tempat yang sama. Jenis informasi ini pada umumnya merupakan informasi yang diperlukan oleh oseanografer untuk menurunkan informasi yang diperlukan dalam proses oseanografik, atau sebagai input dari suatu model numerik untuk melakukan prediksi. Tomografi akustik lautan memanfaatkan fakta bahwa properti akustik yang dapat diukur seperti waktu tempuh, fasa atau bahkan medan suara berhubungan langsung dengan temperatur dan kecepatan arus dari lautan. Penurunan profil temperatur dan profil kecepatan arus laut merupakan tujuan utama dari tomografi akustik lautan. Prinsip tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2: Prinsip tomografi akustik lautan

Eksperimen tomografi akustik lautan melibatkan adalanya sumber suara dan stasiun penerima. Sebuah sumber sinyal mengirimkan suatu sinyal yang diketahui dan sebuah stasiun penerima mendefinsikan satu pasang tomografik. Dalam banyak kasus stasiun penerima terdiri dari satu hidrofon (mikrofon yang digunakan di dalam air) atau array vertikal dari beberapa hidrofon dan alat perekam sehingga menghasilkan suatu irisan vertikal di dalam air laut. Citra 3 dimensi dari lingkungan yang ditinjau dapat diperoleh dengan mengombinasikan beberapa irisan vertikal yang diukur di tempat berbeda.
Gambar 3: Salah satu teknik pengambilan data dalam tomgrafi akustik lautan

Forward Propagation Modelling
Suatu inverse problem umum didefinisikan dengan suatu hubungan antara pengukuran dan parameter yang ingin diperoleh. Karena pengukuran merupakan hal yang umum, hubungan yang sebenarnya didefiniskan berdasarkan data d yang diturunkan dari pengukuran, bergantung dari metode yang digunakan, serta parameter m yang ingin diperoleh (rekonstruksi) kembali. Hubungan antara keduanya mungkin saja sangat kompleks dan secara umum memiliki bentuk persamaan:
Cara inverse problem didefinisikan bergantung pada pemodelan dari forward problem yang bersangkutan. Titik awal dari forward acoustic propagation modelling berdasar pada persamaan Helmholtz untuk tekanan akustik yang dituliskan dalam bentuk:
dengan c merupakan kecepatan suara, w adalah kecepatan sudut dan ~x0 merupakan vektor posisi dari sumber. Masalah ini kemudian dilengkapi dengan memberlakukan kondisi batas yang sesuai. Ketika sumber yang digunakan memiliki pita frekuensi yang lebar, dapat digunakan transformasi Fourier (invers) dari domain frekuensi untuk merepresentasi medan akustik di dalam domain waktu.

Ray Inversion
Ide dasar untuk menyelesaikna inverse problem dari akustik tomografi lautan berdasarkan pada asumsi bahwa lingkungan referensi (keadaan lingkungan background) selalu diketahui dan lingkungan aktualnya berbeda dengan lingkungan referensi. Lingkungan background normalnya merupakan suatu nilai rata-rata sehingga dapat dituliskan:
Persamaan tersebut dapat dilinearisasikan terhadap keadaan lingkungan dan mengasumsikan bahwa tidak ada arus pada daerah eksperimen tomografi akustik, variasi waktu tempuh \delta \tau_n sepanjang sinar tertentu \Gamma_n didefinisikan untuk lingkungan referensi melalui rumus
Dengan analisis lebih lanjut dapat diformulasikan inverse problem-nya dalam bentuk persamaan:
Informasi lebih lanjut mengenai formulasi matematis dari inverse problem dalam tomografi akustik lautan dapat dilihat pada referensi [1]. Secara sederhana prinsip ray acoustics dalam tomografi akustik lautan dapat dijelaskan dalam gambar berikut:
Gambar 4. Prinsip ray acoustics

Berapa sifat akustik lautan yang harus diperhatikan
Perambatan suara di lautan pada dasarnya berbeda dengan suara di medium yang lain. Akibat adanya anomali air, suara dengan frekuensi yang rendah dapat merambat sepanjang lautan dengan absorpsi paling kecil di bandingkan dengan gelombang mekanikal yang lain.

Kecepatan rambat suara di laut bernilai sekitar 1500 m/s, atau sekitar 4.5 kali nilai kecepatan suara di atmosfer. Nilai ini lebih besar lagi pada beberapa tempat di dasar laut seperti batu granit, batu kapur, atau batuan yang ada di interior laut yang lain yakni sekitar 5000 m/s. Pada dasarnya kecepatan suara di sembarang fluida bergantung pada dua kuantitas fisik, yakni: densitas dan kompresibilitas. Densitas dan kompresibilitas pada umumnya akan menghasilan kecepatan suara yang lebih kecil. Terdapat beberapa karakterisktik lautan yang mempengaruhi kompresibilitas di antaranya tekanan statik (atau kedalaman), salinitas (kadar garam) dan temperatur.

Karakteristik akustik lain yang harus diperhatikan adalah noise akustik di lautan. Noise bersama dengan berkurangnya intensitas sinyal menentukan apakah citra yang dihasilkan dengan tomografi akustik lautan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Oleh sebab itu sangat penting untuk membedakan antara sinyal akustik yang diinginkan dengan noise yang mungkin muncul. Biasanya agar dihasilkan kualitas yang baik, pengukuran yang dilakukan harus memiliki signal to noise ratio bernilai sekurang-kurangnya 10 dB. Beberapa sumbe noise yang di antaranya disebabkan oleh lalu lintas kapal. Noise ini biasanya mendominasi pada frekuensi sampai beberapa ratus Hz. Selain itu noise juga dapat dihasilkan oleh adanya hujan. Curahan hujan yang lebat dapat memberikan noise sampai beberapa kHz sampai ke daerah ultrasonik. Sumber noise yang lain adalah noise-noise yang disebabkan oleh angin. Noise jenis ini biasanya lebih kompleks mekanismenya.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan noise tersebut diantaranya adalah dengan menggunakan filter spatial yang biasanya sangat menentukan pencitraaan dengan resolusi tinggi. Dengan filter ini, acoustic receiver hanya menerima sinyal yang berasal dari arah tertentu saja dan menahan sinyal yang berasal dari arah yang lain. Dalam aplikasinya kita harus menggunakan sumber suara yang memiliki directivity yang sangat sempit. Jenis filter lain yang dapat digunakan adalah filter frekuensi yang hanya melewatkan sinyal dengan frekuensi tertentu saja. Dalam menggunakannnya tentu saja kita harus mengetahui dengan baik karakteristik noise yang ingin kita hambat.

Referensi
  1. Taroudakis, Michael I. 2002. “Ocean Acoustic Tomography” dalam Lecture Notes of the Tutorial Course For Young Acousticians from European Countries 23-24 June 2002, Gdansk, Poland.
  2. Chepurin, Yu. A. 2000. “Experiments on Underwater Acoustic Tomography” diterbitkan dalam Acoustical Physics, 2007, Vol. 53, No. 3, pp. 393–416. Pleiades Publishing, Ltd., 2007.
  3. Wille, Peter C. 2005. Sound Images of the Ocean in Research and Monitoring. Berlin: Springer-Verlag Heidelberg.
  4. Munk, Walter. Ocean Acoustic Tomography From a Stormy Start to an Uncertain Future.
  5. Dushaw, Brian D. dan John A. Colosi. 1998. Ray Tracing for Ocean Acoustic Tomography. Applied Physics Laboratory University of Washington.

Minggu, 14 Oktober 2007

Lebaran di Bandung #2

Haloo......

Malam ini aku lagi bosan, nggak mood untuk belajar. Mumpung warnet dekat kosan lagi buka (di hari Lebaran yang kedua) aku menyempatkan diri untuk ngenet, sambil ngedownload ebook J2EE.

Alhamdulillah, Lebaran kali ini tidak seburuk Lebaran tahun lalu. Lebaran kali ini aku sudah bisa makan ketupat!!!!.......... Ye....... Tepuk tangan donk...........

Tetanggaku yang baik hati berkenan menawariku makan di hari Lebaran pertama. Jadinya di hari Lebaran pertama itu aku tidak mengeluarkan uang sama sekali. Aku menuliskan tanda strip di catatan pengeluaran harianku. Ini merupakan rekor: di minggu ke-70 di ITB aku sukses menjalani hari tanpa mengeluarkan uang dari dompetku. Aku sangat terharu sekali, terimakasih........ [allahumma shalli 'alaihim]. Semoga Allah berkenan membalas amal baik tetanggaku dengan pahala yang berlipat ganda....

Quantum-Dot Cell

Dalam mata kuliah Sistem Logika Digital yang dipegang oleh Pak Eko, aku mempelajari bagaimana memecahkan masalah-masalah yang logika digital yang ternyata banyak kutemui dalam kehidupan sehari-hari, meskipun nantinya mungkin akan lebih banyak digunakan di bidang engineering tentunya. Di mata kuliah ini aku berkenalan dengan teori aljabar boolean, gerbang logika (logic gates) seperti AND, OR, NAND, dan teman-temannya, dan rangkaian logika baik kombinasional maupun sekuensial. Mata kuliah sejenis juga diajarkan di Teknik Elektro meskipun penekanannya berbeda.

Dari mata kuliah ini aku (kalau boleh) menyimpulkan bahwa elemen yang paling penting dalam melakukan tugas-tugas rangkaian digital adalah gerbang logika. Gerbang logika ini sebenarnya juga dibentuk dari elemen yang lebih kecil seperti transistor dan resistor yang dirangkai sedemikain rupa sehingga bisa melakukan operasi logika dasar seperti and, or, negasi, dan yang lain. Operasi-operasi logika yang lebih rumit dilakukan dengan merangkai gerbang-gerbang logika tersebut berdasarkan aturan yang ada sehingga bisa melakukan tugas-tugas logika yang diperlukan. Chip-chip komputer yang ada sekarang didasarkan atas gerbang-gerbang tersebut meskipun ukurannya sudah sangat diperkecil. Chip-chip inilah yang nantinya akan berperan dalam melakukan komputasi dan berbagai

Kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya nanoteknologi telah membuka suatu peluang untuk dikembangkannya suatu gerbang logika baru yang lebih menjanjikan daripada gerbang logika konvensional. Gerbang logika ini didasarkan pada quantum-dot cell. Lalu, apa yang dimaksud dengan quantum-dot cell ini? Di sini aku akan mencoba untuk menguraikannya secara singkat.

Quantum-dot cell ini terdiri dari lima titik yang skematiknya bisa dilihat pada gambar (a).

Suatu quantum dot dinyatakan dengan lingkaran terbuka yang menunjukkan suatu potensial yang terkurung. Idealnya tiap-tiap cell berisi dua elektron yang digambarkan secara skematik sebagai lingkaran yang dihitamkan. Elektron-elektron ini bisa pindah ke dot-dot lainnya tetapi tidak bisa keluar dari cell tersebut. Quantum-dot cell ini memiliki sifat dinamik yang menarik. Dua elektron yang ada di dalam cell saling mengalami gaya Coulomb (tolak-menolak) satu sama lainnya walupun mereka dipaksa untuk menempati dot-dot yang ada di cell. Jika hanya sendiri elektron tersebut akan mencari konfigurasi yang menyatakan ground state fisis dari cell. Elektron-elektron yang ada pada cell akan menempati dot-dot berbeda pada sudut-sudut yang bersebrangan akibat adanya gaya Coulomb tadi. Ground state dari masing-masing konfigurasi ditunjukkan pada gambar (b). Dalam skala yang lebih besar quantum-dot ini membentuk suatu arsitektur yang diberi istilah Quantum-Dot Cellular Automata (QCA) yang pertama kali diusulkan oleh kelompok Notre Dame NanoDevices.

Logika paling dasar yang bisa dilakukan oleh sistem QCA ini adalah majority logic. Gambar berikut mengilustrasikan hal tersebut.


Dalam sistem logika konvensional rangkaian untuk majority logic ini cukup kompleks sedangkan pada QCA rangkaiannya hanya membutuhkan satu device (gerbang). Majority logic ini juga merepresentasikan logika konvensional AND dan OR meskipun tersembunyi. Perhatikan bahwa jika input A dibuat tetap 0, input yang lain yaitu B dan C merealisasikan suatu gerbang AND sedangkan jika input A dibuat tetap 1 maka input yang lain merealisasikan gerbang OR.

Wah ternyata dunia di luar sana berkembang dengan sangat cepat. Aku ingin segera memperlajari lebih dalam mengenai rangkaian logika dengan quantum dot ini, akan tetapi tentunya aku harus menguasai dulu logika konvensional yang sedang aku pelajari sekarang……….


Rabu, 10 Oktober 2007

Aku Memilih FT

Aku adalah seorang mahasiswa biasa yang sekarang sedang menjalani tahun kedua di jurusan Teknik Fisika (mahasiswanya sendiri lebih sering menyebutnya Fisika Teknik), Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Kecamatan Bandung Wetan, kode pos 40132…..

Sebenarnya aku tidak pernah bermimpi untuk memilih jurusan Fisika Teknik (FT) sebelumnya. Aku buta sama sekali dengan yang namanya efte, baik itu mata kuliahnya, keahliannya lulusannya seperti apa maupun kerjanya apa kalau sudah tamat nanti. Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan lulusannya akan bekerja apa pada waktu itu karena aku bercita-cita untuk menjadi seorang dosen. Setelah aku masuk ke sini ternyata bukan hanya aku yang bingung, teman-teman yang juga ditakdirkan untuk masuk efte juga mengalami kebingungan yang sama. Jurusan seperti apa sih yang kami masuki?

Jika ditanya juga mengapa aku memilih FT, alasannya adalah karena efte banyak mengajarkan matematika, dan mungkin itulah secuil informasi yang kudapatkan dari temanku mengenai FT. Aku cukup terhibur ketika mengetahui bahwa aku akan bertemu dengan matematika lagi ketika aku berada di FT, apalagi jika matematikanya itu adalah matematika teknik yang sangat menyenangkan.............. Oia, aku sebenarnya tidak terlalu senang dengan yang namanya engineering science, tapi aku suka dengan matematikanya. Alasannya adalah karena pada waktu itu aku berpikir bahwa bidang engineering itu memerlukan biaya yang besar. Daripada memilih FT yang memerlukan sarana belajar yang mahal lebih aku memilih jurusan fisika murni yang cuma perlu modal buku-buku, jurnal ilmiah, ataupun majalah sains maupun bahan-bahan dari internet ditambah keahlian matematika yang memadai serta ketajaman insting -- insting sangat diperlukan dalam matematika dan fisika, tidak sedikit teori-teori besar lahir dari insting yang tajam. Akan tetapi apa nak dikata, aku harus memilih FT karena aku tidak punya pilihan lain sebaik FT!

Awal masuk ke FT aku merasa agak aneh karena pada semester pertama aku sudah diberikan mata kuliah pemrograman, meskipun pada dasarnya yang kami pelajari bukanlah dititikberatkan pada pemrograman itu sendiri akan tetapi lebih ke algoritmanya. Di sini lah aku dikenalkan dengan dunia yang sangat menyenangkan yaitu komputer. Sebelumnya aku bukanlah tipe orang yang gandrung komputer, aku memakainya hanya sebatas untuk mengerjakan tugas dan browsing internet. Pada saat itulah aku mulai nekat mengorbankan uangku untuk membeli hal-hal yang dapat membuatku lebih dekat dengan komputer. Aku memberanikan diriku untuk membeli sebuah laptop yang harganya hampir 10 juta, artinya aku menghabiskan sebagian besar tabunganku untuk membeli sesuatu yang aku belum aku kenal dengan baik. Alhamdulillah meskipun sekarang harga laptop dengan spesifikasi sama dengan laptop yang kubeli pada saat itu harganya sudah jauh turun aku tidak menyesal membelinya pada saat itu. Ada banyak hal yang sudah diberikan oleh laptop itu kepadaku, ada banyak kenangan yang aku buat dengannya, baik ketika aku senang maupun aku sedih. Benda itu sudah aku anggap sebagai teman seperjuanganku (weleh2).

OK, kembali ke masalah FT.

Pada saat TPB aku mulai mengenal FT melalui mata kuliah jurusan yang diberikan yaitu DasPro, Konsep Teknologi, dan OOP. Bisa ditebak kan kalau pada tahun pertama aku mengenal FT sebagai jurusan yang banyak menggunakan komputer sebagai alat bantunya. Meskipun begitu, aku juga mengenal FT melalui senior-seniorku yang "manis, lutchu dan imut-imut". Dari merekalah aku tahu bahwa FT merupakan jurusan yang memiliki banyak potensi untuk berkembang meskipun pada saat ini lulusannya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jurusan lain di Indonesia. Aku jadi semakin yakin untuk merajut masa depanku di FT. Aku tahu banyak hal yang akan jadi tantangan, terutama dari jurusan-jurusan lain. Tidak sedikit aku mendengar komentar-komentar miring dari jurusan-jurusan lain mengenai FT, apalagi karena bidang-bidang yang diliputinya sangat divergen sehingga banyak yang mengatakan bahwa jurusan FT itu nggak jelas mempelajari apa. Aku tidak terlalu mempedulikan suara-suara fals itu, yang penting bagiku adalah terus berusaha untuk membuat orang lain mengakui eksistensi kita.

Hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi hasil TPB tahun 2006-2007 bukanlah hasil yang bisa dianggap sebagai prestasi bagi FT2006. Jurusan tercintaku ini menempati urutan terakhir dalam penilaian hasil TPB di fakultas teknik industri (FTI). Ketua program studi kami, Pak Hermawan terlihat sangat kecewa sekali dengan kenyataan ini. Lebih dari 20 orang teman seangkatanku harus mengulang beberapa mata kuliah TPB.

Bagiku ini merupakan cambuk untuk belajar dan berkarya lebih giat lagi. Mungkin di waktu TPB jurusan kami tidak terlalu terdengar di ITB, tapi hal itu tidak akan kubiarkan berlangsung terus. Aku harus bisa membuat FT diakui sebagai jurusan yang patut diperhitungkan di ITB maupun di Indonesia, kalau bisa dunia juga harus mengakuinya. (Apakah ini contoh kalimat yang menggunakan majas hiperbolik?)

Aku punya banyak impian dan yang kusebutkan di atas adalah salah satunya. Apakah kita termasuk bodoh jika kita gagal mewujudkan impian kita?

Mau kenal lebih jauh tentang FT?

Di sini akan kuberikan beberapa informasi mengenai FT ITB yang diambil dari situs resminya http://tf.itb.ac.id/

Pendidikan Teknik Fisika

Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940’an setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan engineering dan technology.

Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin engineering dan technology yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin engineering dan technology tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Engineering Physics dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies) memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (mesin, elektro, kimia, material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, R&D dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi departemen kelas dunia yang menghasilkan sarjana dengan fondasi kuat dalam fisika dan dasar engineering sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan engineering (to become a world class department that produces graduates with their strength in physics and engineering science that enables them to solve various engineering problems.)

Misi

Menyelenggarakan program pengajaran untuk menghasilkan lulusan yang mampu merancang, memfungsikan dan menganalisa sistem yang melibatkan lebih dari satu gejala dan atau besaran fisika.
Menyediakan lingkungan belajar yang kohesif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan dan pelayanan dalam bidang-bidang instrumentasi dan kontrol, fisika bangunan dan akustik, komputasi dan proses material, serta optika.

Sejarah Teknik Fisika

Pendidikan Teknik Fisika tumbuh di Indonesia atas prakarsa ketua Fakulteit Teknik Universitas Indonesia, yang memandang perlu mengisi lapisan pemisah antara sains dan Teknologi. Pada tahun 1950, Prof. Dr.Ir. A. Nawijn, seorang ahli fisika teknik (natuurkundig Ingenieur) bangsa Belanda, ditunjuk untuk mengelola jurusan pendidikan teknik yang masih baru itu dengan nama Natuurkundig Ingenieur Afdeling. Pada tahun 1959 pendidikan teknik tersebut diberi nama Bagian Fisika Teknik yang tergabung dalam Departemen Fisika/Fisika Teknik, dengan ketua Prof.Ir. M.U. Adhiwijogo. Dalam waktu lima tahun, jumlah mahasiswa bagian Fisika Teknik berjumlah 25 orang. Selama perjalanan sejarahnya, Teknik Fisika ITB mengalami beberapa kali perubahan struktur organisasi:

· Tahun 1963, Bagian Fisika Teknik menjadi bagian dari Departemen Fisika Teknik dan Teknologi Kimia.

· Tahun 1972, menjadi Departemen Fisika Teknik, salah satu departemen di bawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 1980, menjadi Jurusan Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 1999, menjadi Departemen Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 2005, menjadi Program Studi Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

Apapun namanya, pendidikan Teknik Fisika secara konsisten mengajarkan dasar matematika dan rekayasa yang kuat pada mahasiswanya, serta selalu mengejar teknologi terkini yang melibatkan fenomena-fenomena fisika. Pada tahun 2007, program studi Teknik Fisika memiliki kapasitas mahasiswa (student body) sekitar 500 orang, dengan total lulusan lebih dari 2000 sarjana S1, 100 sarjana S2 dan 15 sarjana S3.

Obyektif dan Luaran

Obyektif & Luaran

Obyektif pendidikan Teknik Fisika adalah menghasilkan lulusan yang:

· Siap berkiprah dalam berbagai bidang rekayasa dengan bekal dasar rekayasa yang kuat, pemahaman atas perilaku sistem alami maupun buatan, serta wawasan multidisiplin yang luas.

· Secara khusus menguasai kemampuan rekayasa dalam satu atau lebih bidang-bidang: instrumentasi & kontrol, fisika bangunan dan akustik, sains dan komputasi material, optika dan/atau instrumentasi medik.

· Unggul untuk meneruskan pendidikan tinggi, riset, maupun belajar seumur hidup.

· Memiliki iman dan akhlak yang tinggi berdasar agama, hukum maupun etika profesi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, luaran Teknik Fisika diarahkan untuk memiliki kompetensi yang seimbang dalam kriteria umum berikut:

· Kemampuan menggunakan matematika, sains dan engineering

· Kemampuan merancang dan melaksanakan percobaan serta menganalisa dan menginterpretasikan data

· Kemampuan merancang sistem, komponen atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan

· Kemampuan berfungsi dalam tim yang multi disiplin

· Kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasikan, dan memecahkan permasalahan engineering

· Pengertian tentang tanggung jawab profesi dan etika

· Kemampuan berkomunikasi secara efektif

· Wawasan yang luas sehingga mengerti tentang pengaruh solusi engineering terhadap lingkungan secara umum

· Penghargaan tentang perlunya belajar sepanjang hidup

· Pengetahuan tentang isu-isu terbaru

· Kemampuan menggunakan teknik dan peralatan baru yang diperlukan dalam kegiatan profesinya

Oke, sepertinya itu dulu yang mau aku berikan mengenai FT. Ak harap ada yang tertarik dengan FT setelah membaca ini. Jika aku punya kesempatan dan hal-hal menarik mengenai FT, insyaAllah aku akan menuliskannya di sini.

Au revoir……..

Senin, 01 Oktober 2007

Mulai nulis.......

Assalamu 'alaikum

Mulai hari ini insyaAllah aku akan mulai mendokumentasikan tulisan-tulisanku di sini.

Isinya mungkin bisa berguna bagi yang membaca, tapi mungkin kebanyakan tidak (meskipun aku tidak berharap demikian)

Hope you enjoy it!

Wassalam......