Rabu, 10 Oktober 2007

Aku Memilih FT

Aku adalah seorang mahasiswa biasa yang sekarang sedang menjalani tahun kedua di jurusan Teknik Fisika (mahasiswanya sendiri lebih sering menyebutnya Fisika Teknik), Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Kecamatan Bandung Wetan, kode pos 40132…..

Sebenarnya aku tidak pernah bermimpi untuk memilih jurusan Fisika Teknik (FT) sebelumnya. Aku buta sama sekali dengan yang namanya efte, baik itu mata kuliahnya, keahliannya lulusannya seperti apa maupun kerjanya apa kalau sudah tamat nanti. Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan lulusannya akan bekerja apa pada waktu itu karena aku bercita-cita untuk menjadi seorang dosen. Setelah aku masuk ke sini ternyata bukan hanya aku yang bingung, teman-teman yang juga ditakdirkan untuk masuk efte juga mengalami kebingungan yang sama. Jurusan seperti apa sih yang kami masuki?

Jika ditanya juga mengapa aku memilih FT, alasannya adalah karena efte banyak mengajarkan matematika, dan mungkin itulah secuil informasi yang kudapatkan dari temanku mengenai FT. Aku cukup terhibur ketika mengetahui bahwa aku akan bertemu dengan matematika lagi ketika aku berada di FT, apalagi jika matematikanya itu adalah matematika teknik yang sangat menyenangkan.............. Oia, aku sebenarnya tidak terlalu senang dengan yang namanya engineering science, tapi aku suka dengan matematikanya. Alasannya adalah karena pada waktu itu aku berpikir bahwa bidang engineering itu memerlukan biaya yang besar. Daripada memilih FT yang memerlukan sarana belajar yang mahal lebih aku memilih jurusan fisika murni yang cuma perlu modal buku-buku, jurnal ilmiah, ataupun majalah sains maupun bahan-bahan dari internet ditambah keahlian matematika yang memadai serta ketajaman insting -- insting sangat diperlukan dalam matematika dan fisika, tidak sedikit teori-teori besar lahir dari insting yang tajam. Akan tetapi apa nak dikata, aku harus memilih FT karena aku tidak punya pilihan lain sebaik FT!

Awal masuk ke FT aku merasa agak aneh karena pada semester pertama aku sudah diberikan mata kuliah pemrograman, meskipun pada dasarnya yang kami pelajari bukanlah dititikberatkan pada pemrograman itu sendiri akan tetapi lebih ke algoritmanya. Di sini lah aku dikenalkan dengan dunia yang sangat menyenangkan yaitu komputer. Sebelumnya aku bukanlah tipe orang yang gandrung komputer, aku memakainya hanya sebatas untuk mengerjakan tugas dan browsing internet. Pada saat itulah aku mulai nekat mengorbankan uangku untuk membeli hal-hal yang dapat membuatku lebih dekat dengan komputer. Aku memberanikan diriku untuk membeli sebuah laptop yang harganya hampir 10 juta, artinya aku menghabiskan sebagian besar tabunganku untuk membeli sesuatu yang aku belum aku kenal dengan baik. Alhamdulillah meskipun sekarang harga laptop dengan spesifikasi sama dengan laptop yang kubeli pada saat itu harganya sudah jauh turun aku tidak menyesal membelinya pada saat itu. Ada banyak hal yang sudah diberikan oleh laptop itu kepadaku, ada banyak kenangan yang aku buat dengannya, baik ketika aku senang maupun aku sedih. Benda itu sudah aku anggap sebagai teman seperjuanganku (weleh2).

OK, kembali ke masalah FT.

Pada saat TPB aku mulai mengenal FT melalui mata kuliah jurusan yang diberikan yaitu DasPro, Konsep Teknologi, dan OOP. Bisa ditebak kan kalau pada tahun pertama aku mengenal FT sebagai jurusan yang banyak menggunakan komputer sebagai alat bantunya. Meskipun begitu, aku juga mengenal FT melalui senior-seniorku yang "manis, lutchu dan imut-imut". Dari merekalah aku tahu bahwa FT merupakan jurusan yang memiliki banyak potensi untuk berkembang meskipun pada saat ini lulusannya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jurusan lain di Indonesia. Aku jadi semakin yakin untuk merajut masa depanku di FT. Aku tahu banyak hal yang akan jadi tantangan, terutama dari jurusan-jurusan lain. Tidak sedikit aku mendengar komentar-komentar miring dari jurusan-jurusan lain mengenai FT, apalagi karena bidang-bidang yang diliputinya sangat divergen sehingga banyak yang mengatakan bahwa jurusan FT itu nggak jelas mempelajari apa. Aku tidak terlalu mempedulikan suara-suara fals itu, yang penting bagiku adalah terus berusaha untuk membuat orang lain mengakui eksistensi kita.

Hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi hasil TPB tahun 2006-2007 bukanlah hasil yang bisa dianggap sebagai prestasi bagi FT2006. Jurusan tercintaku ini menempati urutan terakhir dalam penilaian hasil TPB di fakultas teknik industri (FTI). Ketua program studi kami, Pak Hermawan terlihat sangat kecewa sekali dengan kenyataan ini. Lebih dari 20 orang teman seangkatanku harus mengulang beberapa mata kuliah TPB.

Bagiku ini merupakan cambuk untuk belajar dan berkarya lebih giat lagi. Mungkin di waktu TPB jurusan kami tidak terlalu terdengar di ITB, tapi hal itu tidak akan kubiarkan berlangsung terus. Aku harus bisa membuat FT diakui sebagai jurusan yang patut diperhitungkan di ITB maupun di Indonesia, kalau bisa dunia juga harus mengakuinya. (Apakah ini contoh kalimat yang menggunakan majas hiperbolik?)

Aku punya banyak impian dan yang kusebutkan di atas adalah salah satunya. Apakah kita termasuk bodoh jika kita gagal mewujudkan impian kita?

Mau kenal lebih jauh tentang FT?

Di sini akan kuberikan beberapa informasi mengenai FT ITB yang diambil dari situs resminya http://tf.itb.ac.id/

Pendidikan Teknik Fisika

Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940’an setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan engineering dan technology.

Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin engineering dan technology yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin engineering dan technology tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Engineering Physics dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies) memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (mesin, elektro, kimia, material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, R&D dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi departemen kelas dunia yang menghasilkan sarjana dengan fondasi kuat dalam fisika dan dasar engineering sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan engineering (to become a world class department that produces graduates with their strength in physics and engineering science that enables them to solve various engineering problems.)

Misi

Menyelenggarakan program pengajaran untuk menghasilkan lulusan yang mampu merancang, memfungsikan dan menganalisa sistem yang melibatkan lebih dari satu gejala dan atau besaran fisika.
Menyediakan lingkungan belajar yang kohesif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan dan pelayanan dalam bidang-bidang instrumentasi dan kontrol, fisika bangunan dan akustik, komputasi dan proses material, serta optika.

Sejarah Teknik Fisika

Pendidikan Teknik Fisika tumbuh di Indonesia atas prakarsa ketua Fakulteit Teknik Universitas Indonesia, yang memandang perlu mengisi lapisan pemisah antara sains dan Teknologi. Pada tahun 1950, Prof. Dr.Ir. A. Nawijn, seorang ahli fisika teknik (natuurkundig Ingenieur) bangsa Belanda, ditunjuk untuk mengelola jurusan pendidikan teknik yang masih baru itu dengan nama Natuurkundig Ingenieur Afdeling. Pada tahun 1959 pendidikan teknik tersebut diberi nama Bagian Fisika Teknik yang tergabung dalam Departemen Fisika/Fisika Teknik, dengan ketua Prof.Ir. M.U. Adhiwijogo. Dalam waktu lima tahun, jumlah mahasiswa bagian Fisika Teknik berjumlah 25 orang. Selama perjalanan sejarahnya, Teknik Fisika ITB mengalami beberapa kali perubahan struktur organisasi:

· Tahun 1963, Bagian Fisika Teknik menjadi bagian dari Departemen Fisika Teknik dan Teknologi Kimia.

· Tahun 1972, menjadi Departemen Fisika Teknik, salah satu departemen di bawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 1980, menjadi Jurusan Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 1999, menjadi Departemen Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

· Tahun 2005, menjadi Program Studi Teknik Fisika dibawah Fakultas Teknologi Industri.

Apapun namanya, pendidikan Teknik Fisika secara konsisten mengajarkan dasar matematika dan rekayasa yang kuat pada mahasiswanya, serta selalu mengejar teknologi terkini yang melibatkan fenomena-fenomena fisika. Pada tahun 2007, program studi Teknik Fisika memiliki kapasitas mahasiswa (student body) sekitar 500 orang, dengan total lulusan lebih dari 2000 sarjana S1, 100 sarjana S2 dan 15 sarjana S3.

Obyektif dan Luaran

Obyektif & Luaran

Obyektif pendidikan Teknik Fisika adalah menghasilkan lulusan yang:

· Siap berkiprah dalam berbagai bidang rekayasa dengan bekal dasar rekayasa yang kuat, pemahaman atas perilaku sistem alami maupun buatan, serta wawasan multidisiplin yang luas.

· Secara khusus menguasai kemampuan rekayasa dalam satu atau lebih bidang-bidang: instrumentasi & kontrol, fisika bangunan dan akustik, sains dan komputasi material, optika dan/atau instrumentasi medik.

· Unggul untuk meneruskan pendidikan tinggi, riset, maupun belajar seumur hidup.

· Memiliki iman dan akhlak yang tinggi berdasar agama, hukum maupun etika profesi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, luaran Teknik Fisika diarahkan untuk memiliki kompetensi yang seimbang dalam kriteria umum berikut:

· Kemampuan menggunakan matematika, sains dan engineering

· Kemampuan merancang dan melaksanakan percobaan serta menganalisa dan menginterpretasikan data

· Kemampuan merancang sistem, komponen atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan

· Kemampuan berfungsi dalam tim yang multi disiplin

· Kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasikan, dan memecahkan permasalahan engineering

· Pengertian tentang tanggung jawab profesi dan etika

· Kemampuan berkomunikasi secara efektif

· Wawasan yang luas sehingga mengerti tentang pengaruh solusi engineering terhadap lingkungan secara umum

· Penghargaan tentang perlunya belajar sepanjang hidup

· Pengetahuan tentang isu-isu terbaru

· Kemampuan menggunakan teknik dan peralatan baru yang diperlukan dalam kegiatan profesinya

Oke, sepertinya itu dulu yang mau aku berikan mengenai FT. Ak harap ada yang tertarik dengan FT setelah membaca ini. Jika aku punya kesempatan dan hal-hal menarik mengenai FT, insyaAllah aku akan menuliskannya di sini.

Au revoir……..

Tidak ada komentar: